19. Mahardika Diva H


Tuban, 27 Februari 2019

Untuk aku yang telah menjadi dewasa
Di mana pun berada
Salam J
            Hai, apa kabarmu?  Semoga baik ya. Aku adalah kamu di saat berumur 13 tahun. Hari ini aku diberi tugas oleh guruku yang bernama Bu Avin, yakni membuat surat untuk diriku di masa depan. Aku bingung akan menulis apa di surat ini, dan apakah kau akan membaca surat ini saat menjadi dewasa. Hhh....aku tak tau itu, yang tahu hanyalah Tuhan. Di saat berusia 13 tahun teman-teman memanggilku Hap Hap, padahal orang tuaku telah memberiku nama panggilan yakni Diva. Aku juga tak tahu bagaimana teman-temanku memanggilku saat besar nanti. Salam J
            Diriku, berpesan padamu agar tidak menyakiti hati orang tuamu. Janganlah kau menjadi seperti aku saat berumur 13 tahun. Diva remaja sangatlah egois, suka membantah orang tua. Sungguh memalukan ya? Aku ingin kamu dapat membahagiakan orang tuamu, tidak menyakiti hatinya. Karena pengorbanan sekecil apapun kau tak kan dapat membalasnya. Apakah kau ingat di saat kau terjatuh dari sepeda? Kau memeluk ibumu, ibu yang tak pernah letih merawatmu, ibu yang tak pernah lelah menjagamu hingga kau menjadi dewasa. Apabila kau dewasa dan kau terjatuh di hadapan dunia atau masalah duniawi kau akan memeluk ibumu lebih dari memeluk ibumu di saat terjatuh dari sepeda, ibumulah yang pertama menenangkanmu. Tanpa kehadiran seorang ibu hidupmu akan hampa. Sampaikan kepada ibumu “aku sangat menyayangimu, aku sangat mencintaimu. Pengorbananmu tidak kan pernah terbalaskan olehku”. Sebesar apapun materi yang kau berikan kepada ibumu, itu tidak setara dengan air susu ibumu, karena surga berada di telapak kaki ibu.
            Aku ingin kau lebih baik dariku. Jadilah orang yang bertaqwa kepada Tuhan. Menjadi orang yang berpendidikan dan dapat mencapai cita-citamu. Cita-cita Diva remaja yakni ingin menjadi tentara wanita. Hhh .... tetapi hal itu hampir tidak mungkin tercapai karena Diva remaja menderita rabun jauh. Itu adalah hal yang terburuk yang ku pernah lalui, aku sangat kecewa dengan hal itu. Semoga Tuhan memberiku kesembuhan lagi. Menurutku kesembuhan adalah salah satu anugerah yang paling berharga, yang tidak dapat dibandingkan dengan materi.
            Kau, Diva dewasa saat membaca surat ini lagi kau pasti menangis, ketika mengingat masa kecilmu yang pernah suka dukamu. Dan jangan lupakan teman-temanmu ya. Semoga pada saat dewas nanti kau sempat membaca surat ini.
            Sekian surat dari Diva remaja. Hanya ini yang bisa aku ucapkan. Terimakasih
Salam Manis
TTD
Hap Hap

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Untuk Kalian

Kepada sebuah nama yang selalu terjaga dalam rahim doa